Minggu, 26 Mei 2013

KESPRO SAAT BENCANA 'BANJIR'


II.A PENGERTIAN BANJIR

Banjir yaitu peristiwa tergenang serta terbenamnya daratan ( yang umumnya kering ) dikarenakan volume air yang meningkat. banjir bisa berlangsung dikarenakan peluapan air yang terlalu berlebih di satu area akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
Banjir Bandang yaitu banjir di tempat di permukaan rendah yang berlangsung akibat hujan yang turun terus-menerus serta muncul dengan tiba-tiba. banjir bandang berlangsung saat penjenuhan air terhadap tanah di lokasi tersebut berjalan dengan amat cepat sampai tidak bisa diserap lagi. air yang tergenang lantas berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah serta mengalir dengan cepat ke tempat yang lebih rendah. mengakibatkan, semua jenis benda yang dilaluinya dikelilingi air dengan tiba-tiba. banjir bandang bisa menyebabkan kerugian yang amat besar.
Banjir Rob atau banjir air laut yaitu banjir yang disebabkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan, adalah persoalan yang berlangsung di tempat yang lebih rendah dari muka air laut. di semarang persoalan rob ini sudah berlangsung cukup lama serta makin parah dikarenakan berlangsung penurunan muka tanah sedangkan muka air laut meninggi sebagai akibat pemanasan suhu bumi. Banjir merupakan bencana Alam, tetapi, bencana ini seringkali disebabkan oleh ulah manusia.
Description: Penyebab banjir

II.B FAKTOR PENYEBAB BANJIR

·         Curah hujan tinggi sehingga sungai tidak dapat menampung air hujan.
·         Pohon di hutan ditebangi secara sembarangan, sehingga tidak ada akar tanaman yang menahan arus air.
·         membuang sampah disungai yang mengakibatkan terganggunya kelancaran air.
·         Pendirian bangunan liar di sepanjang bantar sungai akan dipersempit/memperdangkal permukaan sungai sehingga mengakibatkan arus sungai dapat meluap di sepanjang jalur sungai tersebut.

II.C CARA MENGHADAPI BANJIR

Sebelum Banjir
  • Kerja bakti membersihkan saluran air
  • Melakukan kegiatan 3M (Menguras, menutup, menimbun) bneda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk.
  • membuang sampah pada tempatnya.
  • Menyediakan bak penyimpanan air bersih


Saat Banjir
  • Evakuasi keluarga ke tempat yang lebih tinggi
  • Matikan peralatan listrik/ sumber listrik
  • Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman.
  • Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum
  • Terlibat dalam pendistribusian bantuan.
  • Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan.
  • Menggunakan air bersih dengan efisien.
Sesudah Banjir
  • Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah.
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
  • Terlibat dalam kaporitisasi sumur.
  • Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL)


Dampak adanya banjir, yaitu sebagai berikut:

  • Mendatangkan kerugian yang berupa harta, benda, bahkan korban jiwa
  • Merusak sarana dan prasarana umum, misalnya jalan raya yang rusak, jembatan hancur, dan lain sebagainya
  • Jika menerjang areal pertanian akan menyebabkan gagal panen
  • Masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih
  • Daerah pemukiman penduduk yang terkena banjir akan menjadi mudah
  • Sebagai media penyakit perut dan penyakit kulit



II.D PENYAKIT YANG TIMBUL SAAT BANJIR PADA SISTEM REPRODUKSI

Penyakit sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygine). Pada saat musim hujan dengan curah hujan tinggi maka potensi bajir meningkat. Banjir berkaitan erat dengan kebersihan, pada saat banjir sumber-sumber air minum masyarakat khususnya sumber air minum  dari sumur dangkal akan ikut tercemar, sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas dan potensial menimbulkan berbagai penyakit  disertai penularan yang cepat.
Demikian penjelasan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit menular yang harus diwaspadai pada saat banjir, sebagaimana diterima Pusat Komunikasi Publik melalui surat elektonik (27/11).

Untuk menanggulangi penyakit Diare, Prof. Tjandra menyarankan agar masyarakat tetap waspada dengan membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan dan setelah buang air besar; merebus air minum hingga mendidih; menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal; dan segera hubungi petugas kesehatan terdekat bila ada gejala Diare.
Selain Diare, penyakit Demam Berdarah juga menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai pada saat musim hujan, karena akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti. Sering kali pada musim hujan akan banyak genangan air dan sampah yang dapat memicu berkembang biaknya nyamuk tersebut.
Untuk itu diharapkan masyarakat agar berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M  yaitu, mengubur kaleng-kaleng bekas; menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan apabila ada anggota keluargannya yang sakit dengan gejala  panas tinggi yang tidak jelas sebabnya, disertai adanya tanda-tanda perdarahan.
Penyakit ketiga yang menjadi catatan untuk diwaspadai masyarakat adalah Leptospirosis. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri leptospira dan ditularkan melalui hewan.
Di Indonesia hewan yang dapat menularkan penyakit tersebut adalah tikus, melalui kotoran air kencingnya. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi terinfeksi dan akan jatuh sakit.
Langka-langkah untuk mengantisipasi penyakit Leptospirosis adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan hindari bermain air pada saat banjir, terutama pada saat luka; Gunakan pelindung misalnya sepatu bila ke daerah banjir; dan Segera berobat ke sarana kesehatan apabila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala disertai menggigil.
Keempat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dari penyakit tersebut dapat berupa batuk, demam, dapat disertai sesak napas, nyeri dada.
Penangganan penyakit ini dilakukan dengan cara, istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala; meningkatkan daya tahan tubuh; menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan agar orang di sekitar tidak tertular oleh penyakit tersebut. Salah satu tempat yang dapat menimbulkan terjangkitnya penyakit ISPA adalah pengungsian, karena disana berkumpulnya banyak orang.
Pada musim banjir yang menjadi masalah kesehatan lainnya adalah penyakit kulit, berupa infeksi atau alergi, karena kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Seperti pada ISPA, tempat berkumpulnya orang khususnya di pengungsian juga berperan dalam penularan infeksi kulit.
Penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat, yaitu penyakit saluran cerna seperti demam tifoid. Faktor kebersihan makanan memegang peranan penting dalam terjangkitnya penyakit tersebut. Selain itu dapat terjadi perburukan penyakit kronik yang memang sudah diderita, karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan yang menimbulkan banjir.
Selain mengungkapkan 7 penyakit yang harus diwaspadai pada musim hujan ini, Prof. Tjandra mengingatkan  kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan yang baik dan bersih, istirahat yang cukup dan senantiasa melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Adapun 5 titik kritis CTPS yang harus diperhatikan adalah, sebelum makan; sebelum mengolah makanan; setelah buang air besar (BAB); setelah menceboki anak dan setelah memegang benda di lingkungan yang kotor dan hewan.

II.E PENANGGULANGAN MASALAH

Description: http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/01/IMG-20130118-002881.jpg Description: http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/01/IMG_4547.jpg
"Upaya penanggulangan banjir memerlukan kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai subyek yang menentukan  keberhasilan upaya tersebut. Sebagaimana diketahui subjek yang melakukan perusakan alam adalah manusia, siapa yang bisa melakukan usaha perbaikan alam, tentu juga kita semua sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian solusi penanggulangan banjir bagaimanpun kita harus berbasis masyarakat”
"Sampai saat ini pelibatan atau peng-ikut sertaan masyarakat dalam upaya penanggulangan banjir terasa masih sangat minimal. Sehingga terkesan seolah olah segala usaha untuk itu hanya dilakukan oleh pemerintah dan menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Partisipasi masyarakat perlu terus ditingkatkan, baik melalui lembaga-lembaga masyarakat maupun perorangan. Begitu pula dengan pendidikan masyarakat secara kontinyu dan efektif sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat" tandasnya
1.      Legislasi
Dari sisi legislasi, Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Produk hukum di bawahnya antara lain Peraturan Pemerintah , Peraturan Presiden, Peraturan Kepala Kepala Badan, serta peraturan daerah. (Lebih detail lihat Produk Hukum).
2.      Kelembagaan
Kelembagaan dapat ditinjau dari sisi formal dan non formal. Secara formal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan focal point lembaga pemerintah di tingkat pusat. Sementara itu, focal point penanggulangan bencana di tingkat provinsi dan kabupaten/kota adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dari sisi non formal, forum-forum baik di tingkat nasional dan lokal dibentuk untuk memperkuat penyelenggaran penanggulangan bencana di Indonesia. Di tingkat nasional, terbentuk Platform Nasional (Planas) yang terdiri unsur masyarakat sipil, dunia usaha, perguruan tinggi, media dan lembaga internasional. Pada tingkat lokal, kita mengenal Forum PRB Yogyakarta dan Forum PRB Nusa Tenggara Timur.
3. Pendanaan
Saat ini kebencanaan bukan hanya isu lokal atau nasional, tetapi melibatkan internasional. Komunitas internasional mendukung Pemerintah Indonesia dalam membangun manajemen penanggulangan bencana menjadi lebih baik. Di sisi lain, kepedulian dan keseriusan Pemerintah Indonesia terhadap masalah bencana sangat tinggi dengan dibuktikan dengan penganggaran yang signifikan khususnya untuk pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam pembangunan.

Berikut beberapa pendanaan yang terkait dengan penanggulangan bencana di Indonesia:
a) Dana DIPA (APBN/APBD)
b) Dana Kontijensi
c) Dana On-call
d) Dana Bantuan Sosial Berpola Hibah
e) Dana yang bersumber dari masyarakat
f) Dana dukungan komunitas internasional



4.   Pemeriksaan kesehatan

Pada saat bencana kesehatan paling penting dan dibutuhkan oleh seluruh korban, oleh karena itu lembaga kesehatan mengupayakan mengadakan pemeriksaan kesehatan buat masyarakat bahkan masyarakat Indonesia. Yang meliputi :
a)Pemeriksaan kesehatan
b)      Pemberian obat-obatan
c) Penyuluhan
d)     Pemberian makanan yang baik tuk dikosumsi















BAB III

PENUTUP



III.A  KESIMPULAN

Banjir yaitu peristiwa tergenang serta terbenamnya daratan ( yang umumnya kering ) dikarenakan volume air yang meningkat. banjir bisa berlangsung dikarenakan peluapan air yang terlalu berlebih di satu area akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
Penyakit sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygine). Pada saat musim hujan dengan curah hujan tinggi maka potensi bajir meningkat. Banjir berkaitan erat dengan kebersihan, pada saat banjir sumber-sumber air minum masyarakat khususnya sumber air minum  dari sumur dangkal akan ikut tercemar, sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas dan potensial menimbulkan berbagai penyakit  disertai penularan yang cepat.


III.B SARAN

Sebagai calon bidan yang profesional mahasiswa wajib mempelajari dan memahami dari kesehatan reproduksi masyarakat salah satunya tentang Sistem reproduksi. Karena didalam materi ini kita dapat mengetahui dan mempelajari bagaimana cara bekerja seorang bidan memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada masyarakat setempat, agar menjadi calon bidan yang baik dan professional dan kita juga dapat mengerti tentang kesehatan reproduksi.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar