Rabu, 05 Juni 2013

naskah drama

NASKAH DRAMA TEORI RAMONA


Sebuah keluarga yang didalamnya ada ibu yang sedang mengandung dan dengan keadaan tidak percaya diri saat mengandung sehingga dia selalu berada didalam rumah dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat.
Suatu hari..
desto               : mama, bagaimana keadaan mama hari ini, apakah ada yang mama butuhkan?
Nina                :Tidak ada pa, mama akan berada didalam rumah saja
Desto               : menapa begitu ma? Saran papa, seharusnya mama lebih sering keluar rumah cari udara segar di pagi hari seperti ini supaya mama dan calon anak kita sehat
Nina             : maaf pa, sepertinya tidak bias pa, mama malu dengan keadaan fisik mama sekarang yang   sudah melar
Desto               : papa lihat mama sekarang lebih canntik dan lebih terlihat sosok ke ibuannya. Ayo dong ma,   demi calon buah hati kita ma..!
Nina                : benar pa? mama tidakk mau kallu papa bohong, awas saja ya kalau papa bohong!
desto               : iya sayang, papa terima hukuman apapun dari mama kalau papa bohong

Perbincangan masih terus berjalan desta sang suami dengan Julia sang istri. Di sela
sela pembicaraan mereka, terdengar suara bel rumah berbunyi yang ternyata adalah ibu dari Julia bersama temannya yang datang ingin  melihat Julia yang hamil.

Ibu                   : asalamualaikum
Desto dan nina : waalaikumsalam
nina                 : apa kabar mama dan apa kabar tante?
Ibu                   : baik nak
Tetangga         : iya tante juga baik, bagaimana dengan kehamilan pertamamu ini nak?
Nina                : baik tante, tapi selama hamil nina jarang keluar rumah
Tetangga         : iya tante lihat kamu jarang sekali keluar rumah, kenapa?
Nina                : saya tidak PD lagi tante
Ibu                   : nak, mama tahu kok mengapa kamu tidak berani keluar rumah, tapi itu tidak bagus sayang, benar kan jeng?
Tetangga         : iya benar, itu tidak bagus untuk calon bayi kamu kalau kamu tidak banyak bergerakk dan bersosialisasi dengan masyarakat
Ibu              : benar nina, kamu tidak boleh mengurung diri seperti ini, kamu harus sering olahraga         bersosialisasi dengan tetangga. Apalagi dengan yang sudah punya anak, kamu bias belajar dari mereka bagaimana menjadi seorang ibu
Tetangga         : iya nina, supaya Nina tahu bagaimana peran menjadi seorang ibu, agar Nina nanti setelah melahirkan tidak terkejut lagi
Desto               : benar sayang, sekarang mama berubah ya, demi kammi semua sayang juga demi calon anak kita

                 Di sela-sela perbincangan, handphone ibu berbunyi, ternyata telefon dari bidan yang ibu Nin
minta untuk memeriksa kandungan Nina. Ibu Nina pun menerima telfonnya dan berbincang.
Setelah selesai menelfon, tidak lama kemudian datanglah bidan beserta perawat ke rumah
Nina yang akan memeriksa kandungan Nina.

Bidan              : asalamualaikum
Desto dan nina : wa alaikumsalam
Bidan              ;  apa kabar ibu nina
Nina                ; Alhamdulillah baik  bu. Ibu, ibu bidan ori kan yang sering memeriksa saya
Bidan              : iya sayang, masih ingat sama ibu ini ibung datang dengan keponakan ibu yang sekarang sudah jadi perawat
Nina                : iya dong bu, ibu masih cantik seperti dulu ya, oo ini keponakan ibu
Bidan              : hehe bisa saja kamu nin, oh ya nin bagaimana rasanya hamil, enakkan? Sebentar lagi jadi ibu nih
Nina                : nah itulah bu, Nina selama hamil ini berubah, Nina tidak percaya diri lagi, Nina malu kalau    ingin keluar dengan badan nina yang sekarang yang sudah bengkak-bengkak dan melar ini
Desto               : ibu bidan tolong kasih penjelasan kepada istri saya bu, saya takut berdampak buruk dengan  calon bayi saya nantinya bu jika istri saya terus begini
Bidan              :baiklah, ibu nina tidak boleh seperti itu, inikan kehamilan pertama nina, nina harus sering         keluar rumah cari udara segar di pagi hari, jalan santai disekitar komplek rumah kalian saja dan bergaul kepada ibu yang sudah memiliki bayi. Supaya nanti setelah melahirkan nina tidak terkejut lagi.
Perawat           : iya bu nina, tidak baik seperti itu, benar sekali apa yang dikatakan bidan, ibu sendiri yang       harus merawat kesehatan ibu demi bayi yang ada dikandungan ibu agar lahir dengan lancer dan selamat.
desto               : bagaimana sayang, sudah mau berubah kan, kasian dong suamimu ini juga calon anak kita      kalau mama terus seperti ini
perawat           : benar bu, sekarang berubah ya. Ibu itu cantik jadi nanti ibu juga akan melahirkan bayi yang   cantik atau tampan pula bu juga dengan keadaan yang sehat
nina                 : terima kasih ya bu, juga buat mama dan suami tercinta terima kasih nasehatnya. Sekarang      nina akan berubah1
desto               : Alhamdulillah, senang sekali mendengarnya ma

Akhirnya Nina pun mau bersosialisasi dengan mayarakat dan percaya diri karena semangat dari suami pihak keluarga juga dari para tenaga medis serta tetangga.
Sehingga janin dalam rahimnya pun bertumbuh dengan baik  dan Nina pun merasa percaya diri dengan kehamilannya.

Kesimpulan
Seorang ibu hamil itu cenderung tidak percaya diri dengan kehamilannya yang mungkin terasa aneh pada dirinya. Namun rasa percaya diri itu akan muncul dengan dukungan juga masukan dari keluarga juga masyarakat. Karena bersosialisasi saat hamil itu perlu, yaitu untuk mencapai peran sebagai seorang ibu.

NASKAH DRAMA TENTANG TEORI JEAN BALL


            Disebuah keluarga yang baru menyambut kedatangan anak pertama mereka. Seorang ibu yang baru pertamakali melakukan peran sebagai seorang ibu. Dimana ibu ini selalu ingin tapil layaknya seperti dia masi gadis. Dia tidak ingin ada perubahan di bentuk tubuh, poster tubuhnya.
Akan tetapi keinginan tersebut bertolak belakang dengan kenyataan dan si ibu pun tidak ingin melakukan perannya sebagai seorang ibu. Keluarga selalu memberikan masukan pendapat kepada si ibu agar bisa belajar dan melakukan perannya dengan baik tetapi banyak benturan-benturan yang terjadi pada dirinya.
Julia     : ciluk ba… ciluk.. baaa, dedek tidur dulu ya, bunda nyanyikan sholawat agar dedek menjadi anak yang saleh.

Terdengar suara sang ibu solawatan di ruang tengah sang suamipun
menghampiri istrinya.

Suami  : ibu kok tumben siang-siang begini sholawatan?
Julia     : begini lo pak, biar nantinya anak kita ini menjadi anak yang saleh kalau dia sering mendengar alunan-alunan islami.
Suami  : ada-ada saja tigkah ibu ini

Tiba-tiba sang bayi mengompol digendongan sang ibu.

Juia      : iiiihhhh… dedek jorok, kalau pipis jangan digendongan ibu, jijik ibu jadinya, malas ah ibu gendong dedek lagi
suami   ; ibu keterlaluan sekali, itu anak kita hanya mengompol saja

Mendengar suara Julia teriak dengan kencangnya karena anaknya megompol datanglah ibu mertua.

Mertua             : e, e, e ada apa ini kok rebu-ribut?
Suami              ; ini bu, anak Cuma mengompol saja teriak-teriak tidak karuan.
Julia                 : Julia jijik bu, nanti tangan Julia bauk, kuku Julia rusak kalau bersihin pipis dedek, nanti Julia tidak cantik lagi
Mertua             : jangan begitu jul, itu anakmu, jadi sudah kewajibanmu untuk merawatnya .
 Juia                 ; ya sudah ibu sajalah yang merawat dia saat mengompol.

Julia menyerahkan bayi yang digendongnya kepada ibu mertuanya.

Suami              : ibu, saya permisi mau rapat di Balai Desa ya bu, sudah jangan diambil hati sikap Julia itu bu.
Mertua             : huff punya menantu kok melawan

Keesokan harinya sang ibu mertua bingung mau masak apa. Tiba-tiba dengan suara orang jual sayur.

Tukang sayur   : sayur, sayur, yur sayur
Mertua             : bu, sayur bu
Tukang sayur   : iya bu, mau sayur apa?

Lalu datang tetangga depan rumah ibu Julia untuk membeli sayur.

Tetangga         : eh ibu, beli sayur bu?
Mertua             : iya jeng
Tetangga         : ibu, bagaimana dengan menantu ibu? Dia pintar dan baik ya, saya sering melihat dia menyanyikan lagu-lagu islami untuk anaknya, dia juga pandai merawat diri setelah melahirkan.
Mertua             : kalau soal itu iya bu, tapi dia itu orangnnya serba jijikan
Tukang sayur : jijikan bagaimana bu?
Mertua             : dia sering teriak – teriak jika anaknya pipis atau BAB
Tetangga         : suruh saja ibu bidan kerumah untuk memberitahu dan memeriksa keadaan Julia dan bayinya.
Mertua             : iya bu, nanti saya kerumah ibu bidan. Terima kasih ya bu atas sarannya

Siang harinya sang ibu mertua datang kerumaah ibu bida untuk meminta
ibu bidan datang kerumahnya untuk memeriksa Julia dan bayinya.

Mertua : asalamualaikum
Bidan              : waalaikum salam, ada yang bisa saya bantu bu?
Mertua             : begini bu bidan, bisa tidak kalau ibu datang kerumah menantu saya untuk menasehati serta memeriksa dia dan bayinya.
Bidan              : oh iya bu, bisa. Kapan ibu maunya
Mertua             : kalau ibu tidak sibuk,sekarang saja bu sekalian serempak dengan saya

Setibanya dirumah Julia, ibu mengatuk pintu.

Mertua             : asalamualaikum, jul buka pintu jul
Julia                 : waalaikum salam bu, sebentar (juliapun membuka pintu). Eh ada ibu bidan, mari silahkan masuk bu.
Mertua             : jul, ini ibu bidan yang akan memeriksamu dan juga bayimu.
Bidan              : iya ibu Julia, saya datang kesini atas permintaan ibu mertuamu agar memeriksmu juga bayimu.

Bidan pun memeriksa keadaan bayi dan juga keadaan Julia.

Bidan              : keadaan ibu baik-baik saja, namun diselakangan adik bayi ada bentolan yang berisi cairan
Julia                 : iya bu bidan, ada apa ya dengan anak saya?
Bidan              : begini bu, mungkin ibu jarang mengganti pempers bayi ibu
Mertua             : itulah bu bidan, Julia jijik kalau anaknya ngompol
Bidan          : tidak boleh begitu bu Julia, mengganti pakaian bayi saat dia pipis dan BAB itu adalah kewajiban seorang ibu dan ibu juga tidak boleh memakaikan pempers setiap hari, kasihan bayinya bu. Di pempers yang sudah terkena air kencing bayi tersebut banyak mengandung bakteri dan kuman sehingga dapat menyebabkan bentolan-bentolan yang berisi cairan di selakang anak ibu.
Julia                 : iya bu bidan
Bidan            : iya bu, kalau anak ibu sakit kan kasihan anak ibu dan ibu juga yang repot. Jadi mulai sekarang ibu tidak boleh lagi merasa jijik saat anak kita pipis atau BAB.
Julia             : iya bu bidan, mulai sekarang saya akan belajar untuk tidak jijik saat anak saya pipis atau BAB.

 Akhirnya setelah mendapat asuhan dari ibu bidan, Julia tidak lagi merasa jijik saat anaknya pipis atau BAB.
Dan juga, Julia dapat merawat dengan baik bayinya. Sehingga bayinya tumbuh menjadi anak yang subur dan
sehat.


Kesimpulan
            Seorang ibu yang telah melahirkan juga membutuhkan asuhan kebidanan untuk membantu seorang wanita agar bisa berhasil berperan sebagai seorang ibu yang baik. Keberhasilan itu tidak hanya melibatkan proses fisiologi, tetapi juga psikologis dan emosional yang memotifasi keinginan untuk menjadi orang tua pada pencapaiannya.

2 komentar:

  1. terimakasih buu bidan vinny atas posting'a... ..

    karna ini sangat membantu bagi" orang-orang yang belum mengerti dalam menghadapi kehamilan pertama... .

    SUKSES yaaa... ... .. .. !! :)

    BalasHapus